Penularan TORCH pada manusia terjadi dengan dua cara, yaitu penularan TORCH secara pasif dan penularan secara aktif. Untuk itu bagi wanita yang ingin hamil, sedang hamil dan umumnya pada semua manusia sebisa mungkin menghindari penularan virus ini karena memang sangat berbahaya.
Penularan TORCH secara pasif lebih kepada karena bawaan atau keturunan. Ini berarti ibu hamil yang terinfeksi TORCH juga akan menularkan penyakit tersebut kepada janin yang dikandungannya karena darah ibu hamila juga akan mengalir ke janin. Penularan TORCH secara aktif merupakan penularan berupa virus TORCH yang masuk ke dalam tubuh manusia dengan berbagai macam cara.
Beberapa penularan TORCH bisa terjadi dengan cara sebagai berikut:
- Makan daging setengah matang
Daging setengah matang yang berasal dari hewan yang terinfeksi akan mengandung oosista, seperti kambing, sapi, domba, kerbau, babi, ayam, kelinci dan sebagainya. Untuk itu, bagi wanita yang berharap hamil atau sedang hamil, sebaiknya lebih selektif dalam memilih makanan.
- Makan makanan yang tercemar oosista
Makanan yang tercemar oosista (kotoran hewan) terutama kucing yang menderita TORCH dapat menyebabkan penularan virus TORCH kepada manusia. Tingginya resiko infeksi virus TORCH melalui tanah yang tercemar, disebabkan karena oosista bisa bertahan di tanah sampai beberapa bulan.
- Mendapat transfuse darah dari penderita TORCH
Transfuse darah merupakan salah satu penularan virus TORCH antar manusia. Hal ini sangatlah jelas bahwa, darah yang terjangkit TORCH, jika ditransfusi, maka sudah pasti akan tercampur dengan darah penerima darah di dalam tubuhnya, sehingga dengan sangat cepat akan menular dalam tubuhnya.
- Hubungan seksual
Jika seorang pria terjangkit salah satu virus TORCH, kemudian melakukan hubungan seksual dengan wanita yang tidak terjangkit TORCH, maka akan ada kemungkinan wanita tersebut akan tertular penyakit TORCH, demikian pula sebaliknya, jika pihak wanita yang terjangkit, maka bisa menularkan kepada pria melalui hubungan seksual.
- Melalui ASI
ASI yang keluar dari ibu yang terinfeksi TORCH juga bisa menularkan ke bayinya jika bayi menyusu pada ibu yang terinfeksi TORCH, sehingga bayi bisa tertular dari ibunya.
- Penularan lewat keringat
Perlu diketahui bahwa keringat yang menempel di baju maupun yang masih menempel di kulit juga bisa menjadi penyebab penularan TORCH. Hal ini terjadi jika seseorang yang kulitnya menempel baik secara kulit ke kulit maupun melalui baju yang berkeringat dari penderita TORCH.
- Konsumsi sayur/buah tanpa dicuci bersih
Factor lain yang dapat mengakibatkan terjadinya penularan TORCH pada manusia adalah kebiasaan makan sayuran mentah dan buah-buahan segar yang dicuci tetapi kurang bersih, makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, mengkonsumsi makanan/ minuman yang tidak ditutup, dan pada intinya adalah kurang menjaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi sehingga kemungkinan terkontaminasi oosista/ kotoran lebih memungkinkan.
- Penularan lewat air liur
Menurut hasil penelitian medis, ternyata air liur dapat menjadi media penularan virus TORCH. Metode penularannya sama dengan metode penularan pada hubungan seksual yaitu terjadi kontakĀ antara suami dan istri.





